Kendal, 27 Juni 2026 – SMP Muhammadiyah 6 Kendal baru saja sukses menyelenggarakan kegiatan In House Training (IHT) di ruang guru. Pertama, kegiatan ini diikuti oleh seluruh dewan pendidik. Selain itu, acara ini bertujuan untuk meningkatkan School Branding dan kompetensi guru dalam menghadapi tantangan era digital.
Pada sesi pertama, materi utama disampaikan oleh Bapak Ahmad Syaefuddin selaku CEO Diklat Azfa Indonesia. Oleh karena itu, beliau membahas mengenai pentingnya strategi School Branding bagi lembaga pendidikan. Menurutnya, ada tiga pilar utama yang harus diperhatikan oleh sebuah sekolah.
Pilar pertama adalah Identity. Setiap sekolah wajib memiliki identitas yang khas sebagai fondasi utama. Selanjutnya, pilar kedua adalah Experience. Pengalaman positif dari calon siswa dan orang tua sangat penting untuk membangun kepercayaan publik. Kemudian, pilar ketiga adalah Communication. Komunikasi yang baik membantu sekolah menyampaikan nilai unggulannya kepada masyarakat luas.
Oleh karena itu, beliau juga memperkenalkan konsep Business Model Canvas for School. Alat strategis ini berguna untuk memperkuat citra sekolah secara sistematis.
Integrasi Multiple Intelligence & Cerita Bergambar Berbasis AI
Memasuki sesi berikutnya, acara dilanjutkan oleh pemateri kedua yaitu Bapak Utomo. Beliau membawakan tema tentang pembelajaran berbasis multiple intelligence dan kearifan lokal. Di samping itu, beliau menyoroti kemudahan teknologi modern bagi tenaga pendidik.

“Melalui kemudahan teknologi, guru dapat menggunakan bantuan berupa cerita bergambar yang dibuat menggunakan bantuan AI untuk memudahkan pembelajaran. Selain memudahkan pemahaman anak, cerita bergambar juga dapat memudahkan guru dalam memberikan penjelasan sehingga dapat memperhatikan siswa dengan lebih maksimal,” ujar Dr. Utomo.
Selain itu, penggunaan cerita bergambar atau storyboard sangat fleksibel. Akibatnya, media ini bisa diterapkan pada berbagai mata pelajaran tanpa batasan disiplin ilmu. Dengan demikian, proses belajar menjadi lebih interaktif dan dekat dengan kehidupan siswa.
Secara keseluruhan, kegiatan IHT ini berlangsung dengan sangat interaktif. Hasilnya, para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi diskusi. Pada akhirnya, seluruh guru SMP Muhammadiyah 6 Kendal diharapkan semakin siap menghadirkan inovasi pembelajaran kreatif demi mewujudkan sekolah yang unggul dan berdaya saing tinggi.